Demi menjaga kawasan Hutan Konservasi dan Gambut Tropis (Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil) Kalaksa BPBD Pimpin langsung pendinginan bersama satgas gabungan

Bengkalis, 31 Agustus 2026 — Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, memasuki hari keempat. Upaya pemadaman dan pendinginan dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis (Salman Alfarisi), didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bengkalis, bersama tim gabungan Satgas Karhutla di lapangan.

Karhutla terjadi di kawasan Jl. Tobing Soai KM 75, RT 00/RW 004, Dusun Tanjung Potai, Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau, dengan titik koordinat 1,1292° LU dan 101,6428° BT. Kebakaran melanda lahan gambut dengan luas sekitar 12 hektare, yang didominasi vegetasi semak belukar. Api membakar bagian atas lahan sekaligus menjalar ke dalam lapisan tanah gambut.

Dalam penanganan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis bersama Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Syamsul Rizal) melakukan pemantauan langsung terhadap proses pemadaman dan pendinginan, sekaligus memastikan koordinasi antar unsur berjalan efektif dalam mengendalikan titik-titik api yang masih berasap.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari BPBD Talang Muandau 8 personel, TRC BPBD Kabupaten Bengkalis 8 personel, TNI 10 personel, Polri 25 personel, MPB Desa Tasik Tebing Serai 5 personel, serta BBKSDA 6 personel. Petugas menggunakan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya mesin mini striker, selang, nozzle dan selang isap. Sumber air berasal dari kanal di sekitar lokasi dengan jarak sekitar 50–100 meter. 

Namun, proses pemadaman masih menghadapi kendala berupa angin kencang dan minimnya ketersediaan sumber air, karena sejumlah parit dan kanal di sekitar lokasi dalam kondisi kering. Hingga Senin (31/8/2026), kepala api telah berhasil dipadamkan, sementara masih terdapat beberapa titik asap. 

Tim terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam tanah gambut tidak kembali menyala. Penanganan juga mendapat dukungan water bombing dari BNPB, yang membantu proses pemadaman dan pendinginan, khususnya pada area yang sulit dijangkau oleh tim pemadam melalui jalur darat.

Upaya penanganan Karhutla tersebut juga sejalan dengan Instruksi Bupati Kabupaten Bengkalis (Hj. kasmarani) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dalam Kondisi Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Bengkalis.

Instruksi tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya dalam kondisi risiko kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama BPBD dan seluruh unsur terkait terus mengedepankan sinergi dalam pencegahan, penanganan serta pengendalian Karhutla. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya titik api baru dan menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Tim Satgas Karhutla gabungan akan melanjutkan pemantauan, penyisiran dan pendinginan pada hari berikutnya guna memastikan seluruh titik api dan bara yang tersisa benar-benar terkendali serta mencegah terjadinya kebakaran kembali.

#salamtangguh


Tulis Komentar