Karhutla di Perbatasan Mandau, Pinggir dan Bathin Solapan Ditangani Tim Gabungan, BPBD, BNPB dan BPBDPK Riau Kerahkan Helikopter Water Bombing

Teks foto: Petugas Pusdalops-PB BPBD Kec. Mandau melakukan giat Pemadaman dan Pendinginan di Lokasi Karhutla

MANDAU — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan lahan gambut yang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Mandau, Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Kebakaran diketahui terjadi sejak Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 16.01 WIB, di Jalan Tegar, Kanal Cipto, dekat Kanal Atiam, RT 05/RW 17, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±15 hektare. Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong dengan vegetasi berupa semak belukar dan pohon sawit, serta berada di kawasan tanah gambut. Kebakaran meliputi bagian atas dan bawah permukaan tanah gambut, sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Dalam upaya penanganan Karhutla tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Ronny Effriadi mengerahkan personel Pusdalops-PB dari Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Bathin Solapan untuk turut membantu proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.

Penanganan Karhutla juga mendapat dukungan dari BPBD Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan dilakukan melalui pengerahan helikopter Water Bombing untuk membantu pemadaman dari udara, terutama pada titik-titik api yang sulit dijangkau oleh petugas di darat.

Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri dari personel BPBD Kabupaten Bengkalis melalui Pusdalops-PB Kecamatan Mandau, Pinggir dan BPBD Kecamatan Bathin Solapan, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB serta unsur BPBDPK Provinsi Riau.

Selain melakukan pemadaman dari udara melalui helikopter Water Bombing, personel di darat juga melaksanakan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan api benar-benar padam serta mencegah munculnya kembali titik api, terutama pada lapisan bawah tanah gambut yang berpotensi menyimpan bara api.

Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya mesin mini striker, mesin maxtri, nozzle, sambungan “Y” serta sejumlah roll selang. Sumber air untuk mendukung proses pemadaman berasal dari kanal yang berada sekitar 5 meter dari lokasi kejadian.

Kondisi cuaca saat penanganan dilaporkan cerah dengan kondisi angin sedang. Sementara itu, berdasarkan informasi pemantauan cuaca, intensitas hujan di lokasi kejadian nihil.
Sinergi antara unsur pemerintah daerah, BPBDPK Provinsi Riau, BNPB, Manggala Agni, TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla di kawasan lahan gambut tersebut.

Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan pendinginan di sekitar lokasi guna memastikan kondisi benar-benar aman serta mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.

BPBD Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di kawasan gambut, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.

#humaspusdalopspb


Angka Kejadian COVID-19 di Kabupaten Bengkalis
Update Terakhir: Kamis, WIB
Tercatat di Dinas Kesehatan

ODP PDP POSITIF

Sumber : corona.bengkaliskab.go.id [Lihat Selengkapnya]

Tulis Komentar