BENGKALIS – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
BPBD Kabupaten Bengkalis bersama Pemerintah Kecamatan Bengkalis menggelar Rapat Kesiapsiagaan Desa dalam Penanganan Karhutla pada Rabu (11/02/2026) di Ruang Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bengkalis.
Rapat yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis, Salman Alfarisi, melalui Manajer Pusdalops PB Erzansyah, dibuka oleh Sekretaris BPBD Hasbullah. Turut hadir Sekretaris Camat Bengkalis, Kasi Trantib Kecamatan Bengkalis, serta para Kepala Desa dan Penjabat Kepala Desa dari lima desa terdampak: Damai, Kelebuk, Temeran, Penampi, dan Kuala Alam.
"Bupati Bengkalis menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah—dari kabupaten, kecamatan, hingga desa—dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat pada musim kemarau," ungkap Sekretaris BPBD Hasbullah dalam arahannya.
Manajer Pusdalops PB memaparkan kondisi terkini karhutla di Kecamatan Bengkalis sekaligus menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM), peralatan, serta sistem koordinasi lintas desa yang solid. Hasil Kesepakatan Strategis Setiap desa memaparkan kondisi personel, peralatan, dan langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan.
Rapat menghasilkan komitmen bersama antardesa untuk saling membantu dalam pengerahan personel dan logistik saat terjadi kebakaran. Kasi Trantib Kecamatan Bengkalis, Suherman, ditunjuk sebagai koordinator lapangan untuk mengelola administrasi dan pengerahan personel lintas desa.
Total kekuatan yang disiapkan mencapai 128 personel, terdiri dari Regu Penanggulangan Bencana (Regdam) Kecamatan serta unsur Masyarakat Perlindungan Bencana (MPB), Linmas, dan FKKPM/FKPM dari lima desa.
Dukungan peralatan meliputi mesin pompa dan selang pemadam yang tersebar di masing-masing desa. Meski demikian, masih terdapat keterbatasan jumlah selang dan mobilisasi logistik yang perlu segera ditindaklanjuti.
Ikhtiar Spiritual dan Teknis Berjalan Beriringan Selain langkah teknis, rapat juga menyepakati pelaksanaan Sholat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan, sesuai usulan Penjabat Kepala Desa Penampi.
Langkah ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga dengan pendekatan spiritual yang kuat. "Melalui sinergi lintas desa dan koordinasi terpadu di bawah Kecamatan Bengkalis, kami optimis upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terstruktur," tegas Sekretaris BPBD saat menutup rapat.
Seluruh peserta rapat diminta segera melaksanakan tindak lanjut sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing guna memastikan kesiapsiagaan optimal menghadapi musim kemarau yang akan datang.
#mediadanhumaspusdalopspb

.png)
Berita Lainnya
KEDISIPLINAN BPBD BENGKALIS DI MASA PANDEMI TERUS SIAGA
KECAMATAN PINGGIR MELAKSANAKAN SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KARHUTLA