Bengkalis — Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Bengkalis per Jumat, 26 Desember 2025, banjir tercatat melanda tiga kecamatan, yakni Kecamatan Rupat, Kecamatan Talang Muandau, dan Kecamatan Siak Kecil.
Di Kecamatan Rupat, banjir terjadi akibat luapan Sungai Penebak dan kanal PT SRL sejak Selasa, 23 Desember 2025. Tinggi muka air (TMA) berkisar antara 15 hingga 50 sentimeter, yang mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak di Kelurahan Batu Panjang. Selain rumah warga, beberapa fasilitas umum seperti masjid, posyandu, dan sekolah dasar turut terdampak. BPBD Kabupaten Bengkalis telah menurunkan personel untuk melakukan pemantauan langsung dilapangan.
Sementara itu, di Kecamatan Talang Muandau, banjir menggenangi jalan lintas Desa Beringin dan Desa Koto Pait Beringin sejak 17 Desember 2025. Ketinggian air mencapai 40 hingga 50 sentimeter dengan panjang jalan terdampak sekitar 300 meter, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan akses anak sekolah. Upaya penanganan dilakukan bersama unsur BPBD, TNI, dan masyarakat setempat dengan menggunakan rakit dan perahu untuk membantu penyeberangan. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa.
Adapun di Kecamatan Siak Kecil, banjir masih terjadi sejak 15 Desember 2025 akibat meluapnya Sungai Siak Kecil. Banjir melanda beberapa desa, di antaranya Desa Muara Dua, Bandar Jaya, dan Sungai Nibung, dengan TMA berkisar 10 hingga 30 sentimeter. Ratusan jiwa terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga maupun fasilitas umum yang aman.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bengkalis "Salman Alfarisi" menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor di wilayah terdampak. “BPBD Kabupaten Bengkalis bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan kondisi banjir di lapangan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di area tergenang, serta menghindari kabel atau instalasi listrik yang berpotensi membahayakan,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis.
Kalaksa BPBD juga menegaskan bahwa Petugas Pusdalops-PB dilapangan agar tetap siaga 24 jam dan juga BPBD siap melakukan langkah lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya. “Apabila kondisi cuaca memburuk dan air kembali meningkat, BPBD siap melakukan upaya penanganan lanjutan sesuai prosedur, termasuk evakuasi dan dukungan logistik bila diperlukan,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG serta segera melaporkan ke aparat setempat atau Pusdalops-PB apabila terjadi keadaan darurat. Hingga saat ini, penanganan difokuskan pada pemantauan, pendataan, dan upaya pencegahan risiko bagi keselamatan warga.
#HumasPusdalops-PB


Berita Lainnya
Tindak Lanjuti laporan warga BPBD Kab. Bengkalis Tanggap tinjau Abrasi Pantai Desa Muntai
Kalaksa BPBD Bengkalis Bersama Kabid Kedaruratan Hadiri Rapat Koordinasi Antisipasi Penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan se Provinsi Riau