BPBD Bengkalis Bersama RRI Gelar Dialog Luar Studio Bahas Peran Pemerintah Desa dalam Pengendalian Karhutla

Teks foto: Manager Pusdalops-PB sedang melakukan dialog bersama para peserta secara luring maupun daring melalui live streaming

BENGKALIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis berkolaborasi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Bengkalis melaksanakan kegiatan Dialog Luar Studio dengan tema “Peran Pemerintah Desa dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)” pada Selasa, 11 November 2025. 

Kegiatan berlangsung di Ruang Pusdalops-PB BPBD Bengkalis dan diikuti lebih dari 350 peserta secara luring maupun daring melalui siaran live streaming. Dialog ini digelar sebagai upaya memperkuat keterlibatan pemerintah desa dalam pencegahan serta respon cepat menghadapi potensi Karhutla, mengingat desa menjadi garda terdepan dalam sistem mitigasi di tingkat tapak. 

Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis (Drs, Sufandi, MP) memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini, karena dinilai sejalan dengan amanat Peraturan Kepala BNPB tentang penerapan peran pentahelix dalam penanggulangan bencana di tingkat desa. 

Dalam Perka tersebut, pemerintah desa diharapkan menjadi pusat kolaborasi lima unsur: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat/komunitas, dan media. Menurut Kalaksa, kegiatan ini adalah contoh konkret penerapan pentahelix, di mana BPBD (pemerintah), Polbeng (akademisi), RRI (media), relawan dan masyarakat desa (komunitas), serta mitra lokal lainnya berperan aktif dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla.

Kalaksa juga menegaskan bahwa pengendalian Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu unsur, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan. Ia berharap dialog ini menjadi momentum memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas desa, serta memperluas pemanfaatan teknologi dalam mengurangi risiko Karhutla di Kabupaten Bengkalis.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif baik secara langsung maupun melalui platform daring. Materi utama disampaikan oleh Manager Pusdalops-PB BPBD Bengkalis (Erzasyah) yang memaparkan pentingnya deteksi dini, koordinasi berjenjang, serta optimalisasi perangkat desa dalam pemantauan titik panas. 

Selain itu, turut hadir sebagai narasumber dosen Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) Nurul Fahmi, S.ST,.MT yang memberikan perspektif pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengendalian Karhutla, termasuk penggunaan aplikasi pemantauan dan sistem informasi kebencanaan. 

Kegiatan dialog dipandu langsung oleh moderator dari RRI Bengkalis (Nabila Putri), yang mengarahkan jalannya diskusi agar interaktif dan informatif. Melalui sinergi ini, BPBD dan RRI Bengkalis berharap dapat meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan pemerintah desa dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla di Kabupaten Bengkalis. 

Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antara semua unsur, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga penyiaran, demi mewujudkan Bengkalis yang tangguh bencana.

#HumasPusdalopsPB


Angka Kejadian COVID-19 di Kabupaten Bengkalis
Update Terakhir: Kamis, WIB
Tercatat di Dinas Kesehatan

ODP PDP POSITIF

Sumber : corona.bengkaliskab.go.id [Lihat Selengkapnya]

Tulis Komentar