Senin, 06 April 2026 | 21:46:52 WIB | Dibaca : 130 Kali

Sekda Bengkalis dan Karoops Polda Riau Turun Langsung, Penanganan Karhutla Kembung Baru Diperkuat Secara Terpadu

Editor : MUHAMMAD AFDAL - Reporter : MARWAN IRYADI - Fotografer : MARWAN IRYADI
Sekda Bengkalis dan Karoops Polda Riau Turun Langsung, Penanganan Karhutla Kembung Baru Diperkuat Secara Terpadu Teks foto: Sekda Bengkalis bersama Karoops Polda Riau beserta jajaran didampingi Kalaksa BPBD, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Kabid Rekontruksi dan Rehabilitasi beserta Satgas Gabungan melakukan giat Pemadaman dan Pendinginan di TKP Karhutla Kembung Baru Kec. Banta

BENGKALIS – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama jajaran Kepolisian Daerah Riau menunjukkan komitmen serius dengan turun langsung ke lokasi terdampak pada Senin (6/4/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, TH bersama Karoops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K, M.M, beserta jajaran hadir langsung di titik kebakaran yang berada di Jalan Akit Jaya Ujung. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan kepolisian ini menjadi bentuk pengawasan langsung sekaligus dukungan moril kepada seluruh personel gabungan yang tengah berjibaku melakukan pemadaman.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Bengkalis menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan prioritas utama pemerintah daerah, terlebih dengan kondisi cuaca ekstrem yang mempercepat penyebaran api di lahan gambut. “Penanganan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan terukur. Kita mengapresiasi seluruh personel yang bekerja tanpa mengenal lelah di lapangan. Pemerintah daerah akan terus mendukung kebutuhan operasional demi percepatan pemadaman,” ujarnya.

Sementara itu, Karoops Polda Riau menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus bersinergi penuh dalam upaya penanggulangan karhutla, baik dari sisi pengamanan, penegakan hukum, maupun dukungan personel di lapangan. “Kami memastikan seluruh jajaran Polda Riau siap mendukung penuh penanganan karhutla ini. Selain pemadaman, langkah penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran juga menjadi perhatian serius guna memberikan efek jera,” tegasnya di lokasi.

Berdasarkan data Pusdalops-PB Kecamatan Bantan Marwan Iryadi dan Rahayu Sri Pratiwi, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±71 hektare, dengan karakteristik lahan gambut serta vegetasi perkebunan sawit dan semak belukar. Jenis kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran permukaan dan bawah tanah yang cukup sulit ditangani.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bengkalis, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Manggala Agni, pemerintah desa, serta masyarakat terus melakukan pemadaman dan pendinginan di berbagai titik api. Upaya strategis seperti verifikasi hotspot, pemetaan sumber air, serta pembagian tim kerja dilakukan secara intensif dan terkoordinasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bengkalis Rony Effriadi, S.STP, M.Si menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, tim telah bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. “Quick response langsung dilakukan begitu informasi diterima. Saat ini fokus utama adalah pengendalian api agar tidak meluas, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan BBM operasional,” ungkapnya.

Dalam kondisi cuaca cerah disertai angin kencang dan tanpa curah hujan, upaya pemadaman masih terus dioptimalkan. Dukungan tambahan seperti water bombing dan teknologi modifikasi cuaca (TMC) menjadi kebutuhan mendesak dalam percepatan penanganan. Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa. Namun sekitar 50 rumah terdampak dan 1 kepala keluarga dilaporkan mengungsi sebagai langkah antisipasi.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Polda Riau mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah rawan gambut.

#HumasPusdalopsPB