Minggu, 05 April 2026 | 17:10:24 WIB | Dibaca : 145 Kali

Camat Rupat Utara Tinjau Langsung Karhutla di Desa Titi Akar, Upaya Pemadaman Terus Diperkuat

Editor : MUHAMMAD AFDAL - Reporter : RASYIDI - Fotografer : RASYIDI
Camat Rupat Utara Tinjau Langsung Karhutla di Desa Titi Akar, Upaya Pemadaman Terus Diperkuat Teks foto: Camat Rupat Utara bersama Satgas Gabungan Karhutla melakukan koordinasi dan upaya pemadaman serta pendinginan di TKP Karhutla

RUPAT UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. Peristiwa tersebut terpantau sejak Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, berlokasi di Jalan Petak 13, Dusun Hutan Samak, Desa Titi Akar.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB Kecamatan Rupat Utara hingga Sabtu, 4 April 2026 pukul 16.55 WIB, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±25 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar ±14 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara sisanya masih dalam proses penanganan intensif oleh tim gabungan.

Kebakaran terjadi pada lahan milik masyarakat dengan vegetasi berupa perkebunan kelapa sawit dan semak belukar, serta didominasi jenis tanah gambut. Kondisi ini menyulitkan proses pemadaman karena api tidak hanya membakar di permukaan, tetapi juga merambat hingga ke dalam tanah. Ditambah lagi, cuaca panas dan angin kencang yang berubah-ubah mempercepat penyebaran api.

Camat Rupat Utara (Rizki Subagia Effendi) bersama jajaran turut hadir langsung di lokasi kejadian untuk memantau kondisi serta memberikan dukungan kepada tim pemadam di lapangan. Kehadiran Camat menjadi bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam penanganan karhutla serta memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.

Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan PT. SRL, tenaga kesehatan, serta aparat desa dan masyarakat setempat. Selain itu, sarana dan prasarana yang digunakan meliputi mesin pompa air, selang, excavator, hingga dukungan water bombing dari BNPB.

Menurut informasi yang dihimpun dari Bhabinkamtibmas Desa Titi Akar, Naik Hutabarat, titik awal api masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun dampak signifikan terhadap permukiman warga. Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. 

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi lahan gambut yang mudah terbakar serta minimnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Untuk mempercepat penanganan, dibutuhkan tambahan dukungan berupa personel water bombing serta penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna membantu menurunkan hujan di wilayah terdampak.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

#HumasPusdalopsPB