Teks foto: Camat Mandau (Riki Rihardi) bersama satgas gabungan lakukan giat pendinginan
Mandau – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Peristiwa ini terpantau oleh Pusdalops-PB Kecamatan Mandau sejak Sabtu, 24 Januari 2026 hingga Senin sore, 26 Januari 2026.
Kejadian Karhutla tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026 sekitar pukul 17.36 WIB, berlokasi di Jalan Tegar Ujung Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, RT 03 RW 12, Kecamatan Mandau, dengan titik koordinat 1.178065° LU dan 101.058541° BT.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ± 6 hektare. Hingga sore hari, tim gabungan telah berhasil melakukan proses pemadaman pada area seluas ± 4 hektare, sementara sisanya masih dalam tahap pendinginan dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya guna memastikan tidak muncul kembali titik api.
Dalam penanganan di lapangan, Camat Mandau (Riki Rihardi) bersama Kasi Trantib dan Lurah Pematang Pudu turun langsung ke lokasi kejadian untuk memberikan dukungan serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pengendalian Karhutla.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bengkalis (Salman Alfarisi) menyampaikan bahwa secara keseluruhan kondisi Karhutla di Kabupaten Bengkalis mulai terkendali. Sebelumnya, terdapat lima kecamatan yang terpantau memiliki titik api, namun berkat kerja keras tim gabungan, saat ini hanya tersisa dua kecamatan yang masih memerlukan penanganan secara intensif.
“Alhamdulillah, sebelumnya ada lima kecamatan yang terpantau memiliki titik api. Saat ini sudah menyisakan dua kecamatan yang membutuhkan penanganan intensif, yaitu Kecamatan Mandau dan Kecamatan Rupat. Untuk Kecamatan Rupat, penanganan sudah memasuki hari kelima sehingga menjadi perhatian dan prioritas kami,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis.
Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis menegaskan bahwa pihaknya terus mengerahkan personel dan peralatan secara optimal, serta melakukan pemantauan berkelanjutan melalui Pusdalops-PB guna memastikan api benar-benar padam dan tidak meluas ke wilayah lain.
Penanganan Karhutla ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bengkalis, TNI, Polri, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA), aparatur kelurahan, serta masyarakat setempat, dengan total lebih dari 30 personel. Sarana dan prasarana yang digunakan meliputi mesin mini striker, mesin Robin, selang pemadam, dan nozzle.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa, korban luka, maupun warga yang mengungsi, serta tidak terdapat kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum. Kalaksa mengingatkan kepada petugas dilapangan agar tetap menjaga kondisi dan keselamatan saat melakukan penanganan serta terus meningkatkan kewaspadaan dalam proses pemadaman dan pendinginan dilapangan.
#PusatDataInformasi&Humas #PusdalopsPB