Teks foto:
Bengkalis — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bengkalis, Mandau, Bathin Solapan, dan Pinggir dalam seminggu terakhir.
Dari hasil pemantauan dan laporan dari personil Pusdalops-PB di lapangan, dua kecamatan yaitu Mandau dan Pinggir menjadi atensi khusus karena masih terpantau aktif dan kondisi cuaca yang cukup kering mempercepat proses penyebaran api.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, dan masyarakat peduli api (MPA) masih terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi tersebut. Sementara itu, untuk dua kecamatan lainnya yakni Bengkalis dan Bathin Solapan, kondisi hotspot telah berhasil dikendalikan. Saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul kembali.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis menyampaikan bahwa seluruh personel Pusdalops-PB di lapangan tetap siaga penuh mengantisipasi potensi karhutla susulan, mengingat kondisi cuaca dan angin yang masih berpotensi memperbesar api.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta memantau kondisi hotspot melalui aplikasi Sipongi dan BMKG sebagai langkah deteksi dini. Upaya pemadaman di lapangan juga dibantu oleh peralatan mesin pompa dan armada tangki air,” ujarnya.
BPBD Bengkalis juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, baik untuk pembukaan lahan baru maupun aktivitas lainnya, karena dapat memperburuk kondisi dan membahayakan keselamatan serta lingkungan sekitar.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, diharapkan seluruh titik kebakaran dapat segera teratasi dan kondisi wilayah Kabupaten Bengkalis kembali aman dari ancaman karhutla.
#humaspusdalops-pb