Teks foto: Sutrimo ASN Pusdalops-PB sedang melakukan pemantauan secara berkala diruang media center Pusdalops-PB
Bengkalis – Dalam upaya memperkuat deteksi dini pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis terus melakukan pemantauan rutin melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta data prakiraan cuaca dari BMKG, Kamis (06/11/2025).
Kegiatan pemantauan ini dilakukan setiap hari 24 jam bergantian shift sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi munculnya titik panas (hotspot) atau bencana lainya di wilayah Kabupaten Bengkalis. Melalui aplikasi Sipongi, petugas dapat memantau sebaran hotspot secara real time yang kemudian diverifikasi dengan informasi cuaca dan kelembaban udara dari BMKG.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis (Drs. Sufandi, MP) menyampaikan bahwa kegiatan deteksi dini ini merupakan bagian penting dari strategi pengendalian Bencana dan Karhutla berbasis data dan teknologi. “Pemantauan rutin melalui aplikasi Sipongi dan BMKG ini menjadi dasar bagi kami dalam mengambil langkah cepat, baik dalam penyebaran informasi maupun penyiapan personel di lapangan,” ujarnya.
Selain melalui sistem daring, petugas Pusdalops-PB juga berkoordinasi dengan pos lapangan, relawan, serta instansi terkait untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya kebakaran dan menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman Karhutla maupun bencana lainya.
BPBD Bengkalis mengimbau masyarakat agar turut serta dalam upaya pencegahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda terjadinya kebakaran hutan atau lahan di sekitarnya.
#pusdalops-pb